22/09/2026
Aktivis Ali Akbar Saukani minta Dua Putra Daerah Provinsi Sumsel, Fauzi Amro (Anggota DPR RI 3 Periode) dan Prana Putra Sohe (Anggota DPR RI/Mantan Wali Kota Lubuklinggau dua periode) guna mengawal, mendesak penangkapan para terduga kaki tangan hingga para terduga oknum utama terkait laporan dugaan kasus jaringan sindikat TKI Ilegal di Sumsel dan Nasional berulang kali terjadi yang telah terigistrasi di DPR RI sedang dalam proses antri tindak lanjut. Fhoto dok DPR RI.

Sumsel – rakyatsumsel.co.id/

Aktivis Ali Akbar Saukani, salah satu pendiri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lubuklinggau, Ketua Komunitas Jurnalis Silampari, menyenggol dua nama besar putra daerah Sumatera Selatan yang duduk di kursi DPR RI yang digadang – gadang dan direalese di media berita baca koran Linggau pos Nama Anggota DPR RI, H Fauzi Amro juga masuk dalam bursa Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) guna turun gunung mengawal laporan dugaan kasus jaringan sindikat TKI Ilegal ke Malaysia berulang kali terjadi di Sumsel dan Nasional yang mana saat ini Laporan tersebut telah sampai dan sedang dalam proses antri tindak lanjut di DPR RI yang mana laporan sudah teregister dengan nomor agenda surat 07851 di DPR RI atas nama Pelapor Ali Akbar Saukani dan Rekans.

Aktivis Ali Akbar Saukani juga menyenggol nama besar putra daerah kebanggaan Sumsel lainnya yakni Prana Putra Sohe yang duduk di kursi DPR RI, Mantan Wali Kota Lubuklinggau dua periode guna turun tangan terkait pemberantasan dugaan kasus jaringan sindikat TKI ilegal khususnya di Sumsel dan Nasional, yang mana Prana Putra Sohe digadang gadang pula masuk dalam bursa di Pilgub Sumsel nanti.

Dikatakan Aktivis Ali Akbar Saukani yang perduli dalam pemberantasan dugaan kasus jaringan sindikat TKI ilegal ke Malaysia di Sumsel dan Nasional bahwa laporan yang tertuju kepada Ketua DPR RI, Komisi III, dan seluruh jajaran DPR RI meminta panggil DIT TIPPID PPA PPO BARESKRIM MABES POLRI, Direktorat Jenderal Imigrasi, Imigrasi Kediri, Imigrasi Tanggerang, juga KP2MI, serta BP3MI Sumsel, serta KBRI Kuala Lumpur yang mana dimulai sudah lebih 6 bulan lamanya laporan diterima oleh pihak mereka beserta segudang Bukti-bukti yang diduga bungkam setelah menerima laporan. Seluruh dugaan bukti-bukti telah diberikan di WA aduan resmi Bagian Dumas Setjen DPR RI.

"Ya kita sudah melaporkan pula ke DPR RI dan menunggu Proses antri tindak lanjut, sebagai masyarakat Sumsel kita berharap putra putra terbaik daerah provinsi Sumatera Selatan yang duduk dikursi DPR RI diantaranya yang sedang tersohor bahkan dimedia massa digadang gadang masuk bursa Pilgub Sumsel yakni Bapak Fauzi Amro dari Fraksi Nasdem guna mengawal laporan tersebut hingga para terduga jaringan sindikat TKI di Sumsel dan nasional dimulai dari terduga kaki tangan hingga terduga para oknum utamanya ditangkap, karena hingga detik ini masih berkeliaran kendati sudah dilaporkan seakan diduga tak tersentuh hukum sama sekali, juga meminta putra daerah kebanggaan Sumsel, Anggota DPR RI Prana Putra Sohe berperan dalam tindaklanjut," ucap Aktivis Ali Akbar Saukani, Sabtu, 15/08/2026.

Informasi yang berhasil dihimpun dikutip dari baca koran Linggau pos berikut Kiprahnya Anggota DPR RI Fauzi Amro di DPR RI :

Sudah 3 periode, membuatnya dinilai cukup berpotensi memenangkan Pilgub di Sumsel. Namanya kerap diperhitungkan dalam bursa tokoh Sumsel, berkat perolehan suara legislatif yang signifikan di daerah pemilihan.

Pada pemilihan umum 2024 ia maju untuk periode ketiga dan berhasil terpilih dengan perolehan suara sebanyak 281.499 yang menjadikannya calon legislatif dengan suara terbanyak ke 8 di seluruh Indonesia.

Kiprahnya di DPR RI yang sudah 3 periode, membuatnya dinilai cukup berpotensi memenangkan Pilkada di Sumsel.

Namanya kerap diperhitungkan dalam bursa tokoh Sumsel, berkat perolehan suara legislatif yang signifikan di daerah pemilihan.

Pada pemilihan umum 2024 ia maju untuk periode ketiga dan berhasil terpilih dengan perolehan suara sebanyak 281.499 yang menjadikannya calon legislatif dengan suara terbanyak ke 8 di seluruh Indonesia.

"Ya alhamdulilah kalau nama saya masuk bursa. Yang paling terpenting itu, adalah berbuat untuk masyarakat. Karena saya sudah 3 periode di DPR RI, kita terus berbuat untuk masyarakat," ucapnya.

Diketahui, satu persatu mulai dilaporkan pula oleh Aktivis Ali Akbar Saukani ke Ombudsman RI terkait dugaan Maladministrasi terhadap laporan yang telah disampaikan kepada pihak-pihak instansi terkait garda terdepan pemberantasan dugaan kasus jaringan sindikat TKI ilegal.

"Ini demi kebaikan keamanan kenyamanan masyarakat Sumsel kedepan nya juga Nasional agar tidak terjadi terus berkembang biak di provinsi Sumatera Selatan korban dugaan TPPO ke luar negeri, dan tentunya peran DPR RI sangatlah penting dalam proses tindak lanjut laporan sebagai perpanjangan tangan Rakyat dalam menyuarakan Aspirasi masyarakat, save Provinsi Sumsel dari para terduga jaringan sindikat TKI Ilegal Internasional, kami rakyat Jelata putra daerah Sumatera Selatan tidak akan membiarkan provinsi Sumatera Selatan yang kami cintai menjadi bulan bulanan para terduga jaringan sindikat TKI Ilegal," tandas Aktivis Ali Akbar Saukani yang mana Ditahun 2024 sempat menembus dan menangkap terduga majikan TKI Ilegal melalui dengan senyap petugas petugas di Negara Malaysia, diantaranya terduga majikan di lokasi Residensi Gembira 737 Kualalumpur.

Dan Aktivis Ali Akbar Saukani menuturkan dugaan kasus jaringan sindikat TKI Ilegal ini polanya sama namun kali ini diduga sangatlah besar dan kuat, diduga Terstruktur dan Sistematis.

Mengenai laporan dugaan Maladministrasi dengan terduga terlapor terduga di Imigrasi Kediri oleh Ombudsman RI melalui perwakilan Ombudsman RI Jatim yang sudah dilayangkan surat resmi pula oleh Ombudsman RI Jatim baru-baru ini mendapat sambutan apresiasi atas keberanian dan ketegasan Ombudsman RI Jatim oleh Ketua PWI Kabupaten Musi Rawas Jhuan Silitonga.

Diduga para terduga penerima Laporan selama ini yang diduga terjadi maladministrasi pola yang diduga hampir sama setelah menerima laporan dan Bukti-bukti, serta berkata segera ditindaklanjuti, dimulai ada yang dari 6 bulan lalu tidak bisa menunjukkan bukti-bukti tindak lanjut setiap ditanya, alias diduga bungkam bahkan pihak petugas RI diluar negeri pun hingga sampai melakukan pemblokiran WA aduan resmi mereka terhadap salah satu Pelapor utama Aktivis Ali Akbar Saukani yang mana mereka diketahui notabene garda terdepan pemberantasan dugaan kasus sindikat PMI non Prosedural yang berada di Kualalumpur Malaysia yakni Konsuler KBRI, dan Etase Hukum KBRI Kuala lumpur. Padahal pihaknya sebelum nya menanggapi dengan serius laporan dugaan kasus jaringan sindikat TKI ilegal tersebut guna ditindaklanjuti.

"Semua dugaan bukti-bukti mulai dari dugaan keterlibatan PMI non Prosedural terduga perekrut di Sumsel hingga para terduga oknum utama nya di mulai 2024, 2025, 2026, dugaan lokasi penampungan utama, serta kebersamaan para terduga dengan para terduga korban dugaan TPPO sebelum diberangkatkan dan setelah diselundupkan ke Malaysia ada semua itu, bahkan salah satu terduga TKI Ilegal terduga perekrut melakukan dugaan Perekrutan secara Live tiktok di 2026 video nya juga ada, bahkan plat mobil salah satu terduga oknum utama di 2024 ada pula, semua nya telah diberikan ke WA aduan Resmi DPR RI. Sekali lagi saya menegaskan kepada semua pihak ini demi keamanan kenyamanan keselamatan kebaikan masyarakat Sumsel dan Nasional, tangkap para terduga jaringan sindikat TKI Ilegal tersebut dimulai dari PMI Ilegal terduga perekrut hingga para terduga oknum utamanya karena UU TPPO tidak membedakan hal tersebut statusnya di mata hukum tetap sama, bahkan jika didapati ada para terduga oknum garda terdepan pemberantasan dugaan kasus jaringan sindikat TKI Ilegal 'sikat' pula proses secara hukum yang berlaku di NKRI,"tegas Aktivis Ali Akbar Saukani. (Tim)